Showing posts with label Akhlak. Show all posts
Saturday, October 8, 2016
KALAM AL- HABIB ABU BAKAR ATTHOS BIN ABDULLAH AL- HABSYI رضي الله عنه
Beliau Berkata :"Akan datang pada manusia suatu masa, saat itu, mereka lebih baik mendidik binatang piaraannya daripada mendidik anak kandungnya sendiri."
Didiklah anak-anakmu dan saudara-saudaramu tentang adab dan akhlaq Al- Musthofa صلى الله عليه وسلم. Ketahuilah bahwa pendidikan akhlaq bagi anak-anak kita adalah amat penting, sebab kelak mereka dapat mengerti apa itu adab kepada orang tua, kepada sesama, dan lain sebagainya.
Saat ini orang sudah melalaikan pendidikan akhlaq terhadap anak-anaknya, mereka para orang tua acuh tak acuh tentang tarbiah anak-anaknya. Coba tanyakan pernahkan mereka menanyakan sholat, bacaan Al-Qur'an, mengenalkan Nabinya, atau nama kitab suci Alloh kepada anak-anaknya...? Justru sekarang para orang tua lebih mengedepankan budaya-budaya dan pendidikan barat kepada anak-anaknya. Bahkan mereka terkadang heran bila melihat anak-anaknya tidak mengenal bintang-bintang film atau pemain-pemain sepak bola yang bahkan diantara mereka ada yang tidak pernah sujud kepada Alloh سبحانه وتعلى، Na'udzu billah min ghodlobillah.
Read More »
Label:
Akhlak
Thursday, September 22, 2016
Kasih Sayang Dalam Perbedaan
Tulisan ini memang sedikit agak panjang, akan tetapi sarat ilmu yang bermakna didalamnya. Kita akan menyaksikan bahwa perbedaan pendapat adalah sesuatu yang lumrah terjadi, tidak perlu bagi kita memaksakan pendapat pada orang lain.Bahkan dalam sebuah Hadits, Nabi saw bersabda:
اِخْتِلاَفُ اُمَّتِي رَحْمَةٌ
“Perbedaan yang terjadi pada umatku adalah sebuah rahmat” (HR Baihaqi dan Dailami)
Read More »
Label:
Akhlak
Tuesday, February 16, 2016
KISAH SEBUAH BENGKEL KECIL DI KOTA TARIM
Tahun pertama berada di kota Tarim Hadramaut, seperti biasanya kembali dari dares Alallamah Alhabib Ali Masyhur bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syekh Abibakar bin Salim di Darulfaqih saya kembali ke Aidid menggunakan sepeda motor, yang kurang lebih perjalanan 3km dari Darulfaqih, malam itu sudah menunjukan pukul 21.15 dan sesampai Masjid Ba'alawi didepan Darulfaqih motor yang saya kendarai ban belakangnya bocor, kemudian saya memutuskan untuk melepas motor di samping Masjid Ba'alawi dan saya balik jalan kaki saja karena malam itu tak mungkin ada bengkel yang buka, saya berjalan sedikit sampai Masjid Jami' Tarim dan menemui anak muda mengendarai motor menawarkan numpang ke Aidid bersamanya, dan sayapun naik dengannya.
Read More »
Label:
Akhlak,
Kisah
Wednesday, December 30, 2015
Bersahabat Dengan Orang Mulia
Oleh : Guru Mulia Al-Habib Umar bin Hafidz:
Janganlah kalian menyia-nyiakan persahabatan dengan orang-orang mulia, yaitu
orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi [di sisi Allah], orang-orang yang cahayanya berkilauan.
Demi Allah, memisahkan diri dari mereka merupakan suatu kerugian, bagaimana sifat kerugian tersebut jika pemimpin mereka (Rasulullah) bersabda, “Celakalah orang yang pada hari kiamat tidak melihatku.”
Read More »
Label:
Akhlak
Friday, February 20, 2015
Menjalankan Sunnah Sesuai dengan Waktu,Tempat dan Kondisi
Melaksanakan sunnah harus sesuai dengan waktu, tempat dan keadaan. Sekarang banyak yang semangat melakukan sunnah tapi tidak mengetahui kapan waktu yang tepat untuknya. Modal semangat tanpa didasari dengan keilmuan.
Saya ingat cerita Sykeh Muhammad al-Ghazali. Suatu ketika beliau menyampaikan kuliah. Duduklah salah satu murid tepat didepan beliau duduk. Murid itu setiap waktu bersiwak. Ia terus menggerakkan siwak dimulutnya, kekanan kekiri dan terus menerus. Sesekali ia biarkan siwak itu menempel dimulutnya, lalu ia kembali bersiwak dan menggeraknya dengan tangan kekanan dan kekiri.
Syekh merasa terganggu konsentrasinya. Gerakannya terlalu sering hingga mengganggu fokus.
Saya ingat cerita Sykeh Muhammad al-Ghazali. Suatu ketika beliau menyampaikan kuliah. Duduklah salah satu murid tepat didepan beliau duduk. Murid itu setiap waktu bersiwak. Ia terus menggerakkan siwak dimulutnya, kekanan kekiri dan terus menerus. Sesekali ia biarkan siwak itu menempel dimulutnya, lalu ia kembali bersiwak dan menggeraknya dengan tangan kekanan dan kekiri.
Syekh merasa terganggu konsentrasinya. Gerakannya terlalu sering hingga mengganggu fokus.
Read More »
Label:
Akhlak,
Hikmah
Wednesday, February 18, 2015
Bagai Tersambar Petir Karena Selimut Lusuh
Berikut adalah pengalaman al-Habib Ahmad bin Muhammad al-Kaf yang tak terlupakan tentang Kisah Kemuliaan Guru Mulia al-Habib Umar bin Hafidz. Beliau menuturkan:
“Waktu itu pertengahan April 1994 musim dingin di Tarim Hadhramaut mulai menyapa kami yang memang kami belum terbiasa dengan dinginnya cuaca Tarim ketika musim dingin. Al-Habib Umar pun telah menyiapkan untuk kami, para santrinya dari Indonesia yang waktu itu sangatlah manja, sebuah selimut tebal yang mahal. Masing-masing dari kami mendapatkan satu selimut.
Kisah pun bermula seperti biasa selepas Ashar kami dan al-Habib Umar menuju kota Tarim untuk menghadiri rauhah dan maulid di kota tersebut. Selepas acara kami pun kembali ke kediaman al-Habib Umar di kota Aidid. Biasanya kami pulang larut malam. Dan karena pada waktu itu al-Habib Umar hanya memiliki satu mobil maka kami pun selalu berebutan untuk menaiki mobil tersebut. Terkadang mobil Nisan Patrol tersebut dimuat oleh 20 orang lebih sehingga penuh di dalam dan di atas mobil.
Read More »
Label:
Akhlak,
Hikmah,
Kisah
Wednesday, February 11, 2015
Indahnya Baitun Nabawi- Rumah Tangga Nabi
Oleh : Habib Ali Al Jufri
Pada satu waktu Sayyidina Muhammad Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam, punya perbedaan pendapat dengan Sayyidah Aisyah, bukan masalah yang berhubungan dengan hati, tapi persoalan yang biasa terjadi dalam rumah tangga manusia, dan sebagai pembelajaran bagi umatnya bagaimana menempuh cara bijak ketika ada persoalan rumah tangga.. Sayyidah 'Aisyah marah. Maka Nabi berkata, "bagaimana kalau kita memanggil ayahmu dan biarkan dia menilai atas persoalan kita?"
Sayyidina Abu Bakar datang.
Nabi dengan bijak berkata kepada Sayyidah 'Aisyah,: ' Engkau ingin bicara lebih dulu atau saya bicara lebih dulu? 'Dan Sayyidah Aisyah berkata "Engkau berbicaralah, tapi tidak mengatakan apa-apa selain kebenaran." Mendengar pernyataan Sayyidah Aisyah ini membuat ayahnya marah besar, "Apakah Rasulullah pernah mengatakan apa-apa selain kebenaran?" Dan tak terkontrol lagi beliau Sayyidina Abu Bakar mengangkat tangannya untuk memukul putrinya, sambil mengatakan 'musuhmu adalah dirimu sendiri, bagaimana Kamu berani berkata tentang Nabi Allah dengan pernyataan seperti ini?, Mendapat kemarahan dan ancaman ayahnya, Sayyidah Aisyah berlari dan bersembunyi di belakang Rasulullah.
Read More »
Label:
adab,
Akhlak
Sunday, February 1, 2015
Akhlak Rasulullah Saw : Menolong Abu Jahal Yang Terjatuh dalam Lubang
Oleh : Guru Mulia Al-Habib Umar bin Hafidz:
-- Akhlak Rasulullah Saw --
Dahulu orang orang kafir Quraish seperti abu jahal dan lainnya memusuhi Nabi Muhammad ﷺ, mereka selalu membuat strategi untuk menjatuhkan Nabi Muhammad ﷺ.
Mereka membuat lubang ditempat Nabi ﷺ biasa lewat dan kemudian menutup dengan sesuatu supaya Nabi tak melihat lubang dibawahnya. Dan terperosok didalamnya.
Kemudian, Abu Jahal membuat lubang yang lebih besar, galian dibuat lebih dalam supaya Nabi ﷺ tak mampu untuk naik sendirian.
-- Akhlak Rasulullah Saw --
Dahulu orang orang kafir Quraish seperti abu jahal dan lainnya memusuhi Nabi Muhammad ﷺ, mereka selalu membuat strategi untuk menjatuhkan Nabi Muhammad ﷺ.
Mereka membuat lubang ditempat Nabi ﷺ biasa lewat dan kemudian menutup dengan sesuatu supaya Nabi tak melihat lubang dibawahnya. Dan terperosok didalamnya.
Kemudian, Abu Jahal membuat lubang yang lebih besar, galian dibuat lebih dalam supaya Nabi ﷺ tak mampu untuk naik sendirian.
Read More »
Label:
Akhlak,
Kisah
Thursday, January 29, 2015
Akhlak Sayyidah Aisyah
Sayyidah Aisyah RadhiAllahu Anha sering berziarah dan masuk keruangan dimana Rasullullah Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam dan Sayyidina Abubakar Shiddiq di makamkan, dengan mengenakan pakaian sederhana dan apa adanya, alasannya pada saat itu kedua kubur yang diziarahi adalah kubur dari suami dan ayahnya, orang orang yang halal melihat Sayyidah Aisyah..
Beberapa waktu kemudian Sayyidina Umar Bin Khattab RA meninggal dan di makamkan di ruangan yang sama (disamping kubur nabi dan Abubakar)..
Sayyidah Aisyah berkata, "Demi Allah, semenjak saat itu aku tak pernah masuk ke ruangan itu, kecuali setelah mengenakan pakaian yang tertutup rapat, karena malu pada Sayyidina Umar yang bukan mahram".
Read More »
Label:
Akhlak,
Hikmah,
Kisah
Thursday, January 15, 2015
DIALOG HABIB ALI AL-JUFRI DENGAN KURT WESTERGAARD (Pelukis karikatur Nabi Muhammad)
Habib Ali adalah sosok da`i muda yang energik, santun selalu tersenyum dan mengingatkan kita kepada Allah bila melihat wajahnya. Dakwahnya di fokuskan ke Negara-negara Eropa hingga Amerika, beliau salah satu murid dari guru mulia Al- Arif BillahAl- Allamah Habib Umar bin Hafidz.
Dengan izin Allah Ta`ala beliau terpilih untuk bertemu dengan Kurt Westergaard seorang yang membuat karikatur Nabi Muhammad SAW yang nyeleneh dan menyebar ke pelbagai penjuru dunia, membuat ummat islam marah. Kurt tampak gelisah,berbicarapun terlihat super hati-hati, berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Habib Ali, tenang, khusu`, ramah, santun dan senantiasa tersenyum.
Read More »
Label:
Akhlak,
Hikmah,
Kisah
Thursday, November 13, 2014
Seorang Mukmin Adalah Cermin Bagi Mukmin lainnya
Oleh: Habib ‘Abdullah bin Husein bin ThohirSAUDARAKU, ketahuilah, sesungguhnya kekasih kita Rasûlullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam telah diberi jawâmi’ul kalim[1]. Setiap kata yang diucapkan oleh Rasûlullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam sarat dengan makna dan memiliki banyak pemahaman. Setiap orang memahami ucapan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sesuai dengan pemahaman dan cahaya yang diberikan Allâh kepadanya. Rasûlullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Seorang Mukmin adalah cermin bagi Mukmin lainnya.” (HR Abû Dâwûd)Hadis di atas memiliki beberapa makna, di antaranya adalah:
Pertama, jika seorang Mukmin melihat berbagai akhlak mulia pada diri saudaranya, maka dia akan meneladaninya. Dan jika dia melihat berbagai sifat tercela dalam diri saudaranya, dan dia mengetahui bahwa dirinya memiliki keburukan yang sama, maka dia segera berusaha membersihkan dan menyingkirkan sifat-sifat tercela itu dari dirinya.
Read More »
Label:
Akhlak,
hadist,
Hikmah
Tuesday, November 11, 2014
Menjadi Da'i Wajib Tahan Emosi
Dulu, di awal-awal dakwah al-Habib Umar bin Hafidz BSA beliau menziarahi salah seorang ulama. Ternyata orang (ulama) yang diziarahi itu termasuk mereka yang tidak suka dan iri dengan dakwah Habib Umar. Maka bukannya disambut dengan baik, beliau malah disuguhi caci-makian oleh si tuan rumah:“Kamu ini, masih muda sok sok dakwah segala dan bla bla bla...”
Habib Umar bin Hafidz hanya terdiam, lalu mendunduk penuh adab dan tetap mendengar ucapan orang itu sampai selesai. Ketika orang itu sudah puas dan lelah dengan caci-makinya, maka Habib Umar pun menangis lantas berkata:
“Sayyidi (Tuanku), semua yang engkau ucapkan hanyalah sebagian dari aib-aibku yang kau ketahui. Masih banyak lagi aib dan dosa diriku yang hina ini yang belum engkau ketahui.”
Read More »
Label:
Akhlak
Sunday, November 9, 2014
KITAB TA'LIMUL MUTA'ALIM : MENGAGUNGKAN ILMU DAN AHLI ILMU
Mengagungkan Ilmuاعلم أن طالب العلم لا ينال العلم ولا ينتفع به إلا بتعظيم العلم وأهله، وتعظيم الأستاذ وتوقيره.
Penting diketahui, Seorang pelajar tidak akan memperoleh kesuksesan ilmu dan tidak pula ilmunya dapat bermanfaat, selain jika mau mengagungkan ilmu itu sendiri, ahli ilmu, dan menghormati keagungan gurunya.
قيل: ما وصل من وصل إلا بالحرمة، وما سقط من سقط إلا بترك الحرمة. وقيل: الحرمة خير من الطاعة، ألا ترى أن الإنسان لا يكفر بالمعصية، وإنما يكفر باستخفافها، وبترك الحرمة. ومن تعظيم العلم تعظيم الأستاذ
Ada dikatakan : “Dapatnya orang mencapai sesuatu hanya karena mengagungkan sesuatu itu, dan gagalnya pula karena tidak mau mengagungkannya. “Tidaklah anda telah tahu, manusia tidak menjadi kafir karena maksiatnya, tapi jadi kafir lantaran tidak mengagungkan Allah.
Read More »
Label:
adab,
Akhlak,
kajian
Wednesday, October 22, 2014
MENGHADAPI SUAMI TEMPRAMENTAL / SUKA MARAH
Assalamu ‘Alaikum Wr. Wb.
Pertanyaan :
Buya Yahya yang saya hormati, saya minta tolong bantuannya. Suami saya adalah seorang yang tempramental, sering marah-marah walaupun tanpa sebab bahkan kadang-kadang kemarahannya dilampiaskan kepada saya ataupun kepada anak-anak saya, bagaimana seharusnya yang harus saya perbuat? Apakah saya boleh untuk meminta cerai? Tolong jawabannya ya Buya ...
Jawaban
Wa’alaikum Salam Wr. Wb.
Dalam menyikapi suami yang mudah marah adalah dengan koreksi diri dahulu sebab bisa saja seorang suami marah atau berbuat dhalim kepada istri karena keteledoran istri dalam melaksanakan kewajiban kepada suami. Atau seorang istri melakukan sesuatu kesalahan yang tidak ia rasa namun amat menyakitkan suami. Jika demikian adanya maka seorang istrilah yang perlu berbenah diri terlebih dahulu sebelum menuntut sang suami berbenah. Ini adalah cara pertama menyelesaikan masalah yang sering dilupakan.
Buya Yahya yang saya hormati, saya minta tolong bantuannya. Suami saya adalah seorang yang tempramental, sering marah-marah walaupun tanpa sebab bahkan kadang-kadang kemarahannya dilampiaskan kepada saya ataupun kepada anak-anak saya, bagaimana seharusnya yang harus saya perbuat? Apakah saya boleh untuk meminta cerai? Tolong jawabannya ya Buya ...
Jawaban
Wa’alaikum Salam Wr. Wb.
Dalam menyikapi suami yang mudah marah adalah dengan koreksi diri dahulu sebab bisa saja seorang suami marah atau berbuat dhalim kepada istri karena keteledoran istri dalam melaksanakan kewajiban kepada suami. Atau seorang istri melakukan sesuatu kesalahan yang tidak ia rasa namun amat menyakitkan suami. Jika demikian adanya maka seorang istrilah yang perlu berbenah diri terlebih dahulu sebelum menuntut sang suami berbenah. Ini adalah cara pertama menyelesaikan masalah yang sering dilupakan.
Read More »
Label:
Akhlak
Saturday, January 11, 2014
RASULULLAH SAW. TIDAK MUNGKIN BAU
Dalam kitab as-Sirah an-Nabawiyyah juz 3 halaman 222 disebutkan bahwa sesungguhnya setelah Sayyidah Aminah Ra. melahirkan Nabi Saw., beliau melihat Rasulullah Saw. laksana bulan purnama dan tercium olehnya keharuman yang sangat luar biasa keluar dari tubuh Nabi Saw.Dan dijelaskan pula di kitab tersebut pada halaman yang sama, bahwa Imam Ahmad bin Hanbal Ra. meriwayatkan hadits dari Anas bin Malik Ra. yang berkata: “Sungguh aku belum pernah mencium bau minyak misik dan ambar yang lebih harum dari harumnya tubuh Rasulullah Saw.”
Dalam kitab yang sama halaman 225, Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Anas bin Malik Ra.: “Suatu hari Rasulullah Saw. datang berkunjung ke rumah kami. Beliau Saw. kemudian tidur qailulah (tidur di waktu Dhuha) di tempat kami. Tiba-tiba ibuku (Ummu Sulaim binti Malhan Ra., saudara sesusu dengan Nabi Saw.) mendekat ke tempat Nabi Saw. dan memasukkan keringat Nabi Saw. yang menetes ke dalam botol. Ketika Rasulullah Saw. terbangun, ditanya Ummu Sulaim Ra.: “Wahai Ummu Sulaim, apa yang sedang kamu lakukan?”
Read More »
Label:
Akhlak,
Kisah,
Rosulullah
Wednesday, December 25, 2013
Ketika Perut Rasulullah Berbunyi
Suatu ketika Rasulullah SAW menjadi imam shalat. Para sahabat yang menjadi makmum di belakangnya mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh Rasulullah bergeser antara satu sama lain.Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai shalat, ”Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah Anda sakit?” Namun Rasulullah menjawab, ”Tidak. Alhamdulillah, aku sehat dan segar.”
Mendengar jawaban ini Sahabat Umar melanjutkan pertanyaannya, ”Lalu mengapa setiap kali Anda menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit…”
Read More »
Label:
Akhlak,
Akhlak nabi,
Kisah
Monday, December 23, 2013
Dalil-Dalil Tentang Maulidurrasul
Jawaban Prof Dr As Sayyid Muhammad Al Maliki tentang Maulidurrasul s.a.wSumber:http://madinatulilmi.com/
Pada bulan Rabiul Awwal ini kita menyaksikan di belahan dunia islam, kaum muslimin merayakan Maulid, Kelahiran Nabi Muhammad Saw dengan cara dan adat yang mungkin beraneka ragam dan berbeda-beda. Tetapi tetap pada satu tujuan, yaitu memperingati kelahiran Nabi mereka dan menunjukkan rasa suka cita dan bergembira dengan kelahiran beliau Saw. Tak terkecuali di negara kita Indonesia, di kota maupun di desa masyarakat begitu antusias melakukan perayaan tersebut.
Demikian pemandangan yang kita saksikan setiap datang bulan Rabiul awwal.
Telah ratusan tahun kaum muslimin merayakan maulid Nabi Saw, Insan yang paling mereka cintai. Tetapi hingga kini masih ada saja orang yang menolaknya dengan berbagai hujjah. Diantaranya mereka mengatakan, orang-orang yang mengadakan peringatan Maulid Nabi menjadikannya sebagai ‘Id (Hari Raya) yang syar’i, seperti ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha. Padahal, peringatan itu, menurut mereka, bukanlah sesuatu yang berasal dari ajaran agama. Benarkah demikian? Apakah yang mereka katakan itu sesuai dengan prinsip-prinsip agama, ataukah justru sebaliknya?
Read More »
Label:
Akhlak,
Aqidah,
aswaja,
dalil maulid,
Hikmah,
maulid nabi
Sunday, December 22, 2013
Mutiara Kisah Uwais al-Qarny R.A (BAG. II)
(Lanjutan Bag. I; Lihat post sebelumnya)Tahun terus berjalan, dan tak lama kemudian Nabi SAW wafat, hingga kekhalifahan Abu Bakar telah di estafetkan Khalifah Umar bin Khattab. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda dan wasiyat Nabi SAW. tentang Uwais al-Qarny, sang penghuni langit. Ia segera mengingatkan kepada Imam Ali a.s. untuk mencarinya bersama. Sejak itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, beliau berdua selalu menanyakan tentang Uwais al-Qorni, apakah ia turut bersama mereka.
Di antara kafilah-kafilah itu ada yang merasa heran, apakah sebenarnya yang terjadi sampai-sampai ia dicari oleh beliau berdua. Rombongan kafilah dari Yaman memang sering menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka.
Read More »
Label:
Akhlak,
aswaja,
Hikmah,
kisah wali,
Uwais Al-Qorny,
Wali
Mutiara Kisah Uwais al-Qarny R.A (BAG. I)
Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, dagunya menempel di dada selalu melihat pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, suka membaca Al-Qur’an dan menangis ketika membacanya, pakaiannya hanya dua helai sudah kusut pula, yang satu helai untuk penutup badan dan yang satunya untuk selendangan, tiada orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit.Pemuda dari desa Qorn – Yaman ini telah lama menjadi yatim, tak punya sanak famili kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh. Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing dan unta. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang kesehariannya bersama Sang ibu, bila ada kelebihan, ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya.
Read More »
Label:
Akhlak,
aswaja,
Hikmah,
kisah wali,
Uwais Al-Qorny,
Wali
Friday, December 20, 2013
Kisah Pulpen Terjatuh
Suatu ketika ada seorang lelaki berjumpa al Habib Umar bin hafidz.Dia bertanya kepada Habib Umar " mengapakah kamu membenarkan anak muridmu menundukkan badan mencium tanganmu.
Kamu telah melakukan perbuatan syirik kepada Allah.
Sepatutnya yang kita kena sembah Allah bukan mahkluk. Ini kamu mengajarkan anak muridmu perbuatan syirik."
Habib Umar mendengar dan membalas dengan senyuman kepada lelaki itu.
Selepas itu habib Umar mengambil pulpen yang berada di kantung baju lelaki tersebut lalu menjatuhkannya ke lantai.
Read More »
Label:
Akhlak,
Aqidah,
aswaja,
Hikmah,
pulpen,
salaman
Subscribe to:
Posts (Atom)




















