Ad 468 X 60

.
Showing posts with label hadist. Show all posts

Wednesday, September 28, 2016

Meluruskan Pemahaman Al Wala’ Wal Baro’ Dari Unsur Radikalisme

Ada sebuah istilah BARU yang lagi ngetrend yaitu Al Wala’ wal Baro’ yang mana istilah ini dan juga istilah trilogi tauhid tidak dikenal dizaman sahabat ataupun dizaman salafussholih ataupun dikalangan ulama terdahulu seperti Imam Nawawi , Imam Suyuthi dan para ulama dunia yang lain.

Wala’ secara bahasa artinya adalah dekat, menolong , mencintai dan lain-lain. Yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah mencintai dan menolong sesama muslim yang tidak berbuat kesyirikan atau kemaksiatan.

Padahal sangat jelas sekali bahwa Rasulullah tidak mengkhawatirkan ummatnya berbuat syirik, namun muncul golongan yang merasa lebih bertauhid dari Rasulullah dan gemar mensyirikkan umat Rasulullah.

Read More »

Sunday, September 11, 2016

Kembali Kepada Alqur'an dan Hadist Melalui Ulama

Kitab Bulughul-Maram yang dikarang oleh Imam Ibnu Hajsr al-'Asqalni mendapat banyak respon dari ulama lain di masanya dan juga masa setelahnya. Banyak ulama yang kemudian mensyarah (menjelaskan) hadits-hadits Ahkam yang terkumpul dalam kitab Bulghul-Maram tersebut.


Di antara kitab-kitab pensyarah yang masyhur dan banyak menjadi rujukan adalah kitab "Ibanatul-Ahkam", karangan al-Sayyid Alawi 'Abbas al-Malikiy. Beliau adalah ayah kandung dari ulama yang juga masyhur dengan banyak kitabnya, yakni al-Sayyid Muhammad 'Alawi al-Malikiy.

Yang menarik adalah, di mukaddimah Ibanatul-Ahkam ini, al-Sayyid 'Alawi menerangkan tentang bagaimana buruknya fenomena awam yang berani-berani langsung menggali hukum dari al-Quran dan Hadits dengan menganggap bahwa memang semua orang termasuk awam harus paham dalil, baik al-Quran dan juga hadits. Yang pada akhirnya keberanian mereka itu melahirkan pemahaman keliru dan fatwa prematur, walhasil banyak penyelewangan hukum karena memang perkara ijtihad dijalankan oleh yang bukan ahlinya.

Read More »

Monday, August 1, 2016

BENARKAH DAHI NABI HITAM?


Perbanyaklah sujud namun jagalah wajahmu supaya tetap tampak bagus dan hindari munculnya tanda hitam di dahi atau jidatmu karena dikhawatirkan akan menimbulkan riya’, ujub (bangga diri) dan kesombongan. Apabila cara sujud benar, maka tidak akan memburukkan wajah melainkan sebaliknya, menjadi bercahaya dan berseri-seri. Adapun jika jidat menjadi ‘kapalan’ maka artinya harus memperbaiki gerakan shalat. Sebab yang menjadi penopang utama adalah kedua tangan, saat sujud, bukan kepala. Abdullah bin Umar bin Khattab RA. salah seorang shahabat terkemuka tidak menyukai adanya bekas hitam di dahi seorang muslim.

Read More »

Thursday, June 16, 2016

KEUTAMAAN MEMBACA DAN MENGKHATAMKAN AL QUR'AN

Keutamaan Membaca al-Qur’an

Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi memaparkan hadits-hadits yang berkenaan dengan keutamaan membaca Al-Qur’an. Di antaranya:

1. Akan menjadi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat.

Dari Abu Amamah ra, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim)

Read More »

Saturday, June 11, 2016

FADHILAH MAJLIS ILMU YANG BANYAK ORANG MELALAIKANNYA. (Episode 4)

● Riwayat Sayyidina Abu Hurairoh ra


قَالَ: سَمِعْتُ رسول الله - صلى الله عليه وسلم - يقول: «الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ، مَلْعُونٌ مَا فِيهَا، إِلاَّ ذِكْرَ الله تَعَالَى، وَمَا وَالاهُ، وَعَالِمًا، أَوْ مُتَعَلِّمًا». رواه الترمذي

Berkata Sayyidina Abu Hurairoh: "Aku mendengar bahwasanya Rasulullah saw bersabda: 《Dunia terlaknat, terlakanat pula segala sesuatu didalamnya kecuali dzikir kepada Allah,taat kepadanya, orang yang berilmu & orang yang mencari ilmu.

Read More »

Friday, June 10, 2016

Mengenal Hadist Dhoif YUK

Mengenai Hadits Dhoif, Apa dan Bagaimana?

Akhir-akhir ini banyak website/blog yang ramai mempertanyakan kebolehan untuk melakukan suatu ibadah berdasarkan hadits yang riwayatnya dhoif/lemah. Bagi masyarakat awam tentu hal ini akan membuat bingung dan resah bahkan terkadang sebagian kelompok mengharamkan penggunaan hadits dhoif. Untuk itu mari kita telaah apa sebenarnya hadits dhoif itu dan bagaimana hukum menggunakannya.

Definisi

Hadits Dhoif adalah hadits yang lemah hukum sanad periwayatnya atau pada hukum matannya, mengenai beramal dengan hadits dhaif merupakan hal yang diperbolehkan oleh para Ulama Muhadditsin,

Read More »

Wednesday, June 1, 2016

KHUTBAH RASULULLAH SAAT RAMADHAN …

Saya akan menukil sebuah riwayat hadits yang terdapat dalam buku “PUASA RAMADHAN” karya Syaikh Abdullah Sirajuddin al-Husaini rahimahullâhu ta‘âlâ tentang sebuah khutbah yang disampaikan langsung oleh Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam tatkala menyambut datangnya bulan suci Ramdhan. Hal ini sangat penting untuk kita ketahui bersama, agar ghirah (semangat) menyambut bulan suci yang sebentar lagi akan datang menjadi Ramadhan kita yang terbaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ayyuhal-ikhwan, mari sama-sama kita simak khutbah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam yang penuh “getaran” berikut ini:

Read More »

Memelihara NIAT di Setiap Ibadah

"Amal manusia itu tergantung kepada niatnya, dan manusia akan mendapat apa yang ia niatkan". Hadits ini disepakati kesahihannya bahwa benar-benar bersambung kepada Nabi s.a.w., dan dari hadits ini juga ulama menyimpulkan banyak hal.

Ulama mengatakan dari hadits ini, Nabi s.a.w. memposisikan niat sebagai instrument penting dalam setiap amal orang muslim. Niat bukan hanya pelengkap lisan, atau juga dekorasi bibir, tapi punya posisinya yang sangat menentukan;

Read More »

BOLEHKAH MENGAMALKAN HADITS DHOIF

Oleh: Habib Novel bin Muhammad Alaydrus
Pengasuh Majelis AR-RAUDHAH, SOLO

Akhir zaman ini kita sering membaca atau mendengar seseorang yang melarang Muslim lain untuk mengamalkan sebuah amal tertentu dengan alasan Haditsnya Dhoif (dhaif). Bagaimanakah sebenarnya hukum mengamalkan Hadits Dhoif? Benarkah umat Islam dilarang untuk mengamalkan Hadits Dhoif?

Secara garis besar, Hadits dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu Hadits Shahih, Hasan dan Dhoif. Berdasarkan pengelompokan ini, maka semua ulama telah bersepakat bahwa Hadits Dhoif adalah Hadits, artinya ia juga ucapan, perbuatan atau pernyataan Nabi Muhammad saw.

Dengan kata lain, Hadits Dhoif adalah Hadits - bukan ucapan yang dibuat-buat - serta dinisbatkan kepada Nabi, BUKAN HADITS PALSU. Adapun Hadits PALSU di dalam ilmu Hadits disebut dengan nama Hadits MAUDHU’, BUKAN DHOIF.

Read More »

Saturday, May 14, 2016

Keutamaan Surat Al-Ikhlas (1)


Oleh Ust. Novel Bin Muhammad Alaydrus, SOLO

Surat Al-Ikhlas merupakan salah satu surat pendek yang banyak dihapal umat Islam. Kendati pendek, hanya empat ayat, surat ini memiliki banyak keutamaan dan kami akan berusaha menjelaskannya satu persatu.

Benteng Segala Bencana

Seorang sahabat yang bernama khubaib ra menceritakan dari ayahnya:

Pada suatu hari, di malam yang sangat gelap dan hujan turun deras, kami mencari Rasulullah saw untuk mendoakan kami (para sahabat takut bencana akan turun). Aku pun bertemu dengan beliau saw. Tiba-tiba, beliau saw berkata, "Ucapkanlah."

Read More »

Tuesday, March 29, 2016

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM MERUPAKAN AYAT PERTAMA DARI SURAT AL FATIHAH

Dalil yang menjadi dasar bahwa surat al-Fatehah terdiri dari 7 ayat adalah firman Allah,


وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ


Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu 7 ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-Quran yang agung. (QS. Al-Hijr: 87).

Telah diriwayatkan dari nabi Muhammad SAW bahwa yang dimaksud dengan 7 ayat di dalam ayat ini adalah surat al-Fatehah. (HR Bukhori).

Read More »

Thursday, May 7, 2015

Kemulian Al Quran (materi pertemuan Ulama di Malaysia 1436 H)

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين و الصلاة و السلام على سيدنا محمد و آله و صحبه و التابعين
أما بعد

Berikut ini adalah pembahasan tentang Al Qur’an yang dituliskan oleh Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad dalam kitabnya yang berjudul An Nashoih Ad Diniyah. Kami kutip bahasan ini agar dapat diambil manfaat besar oleh segenap kaum muslimin. Mudah-mudahan Allah membimbing kita semua ke jalan yang diridhoi-Nya.

Membaca al-Qur’an dan berdzikir

Semoga Allah swt menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang senantiasa melantunkan kitab-Nya yang mulia dengan sebenar-benarnya, mempercayai isinya, memeliharanya, dan terpelihara olehnya, serta selalu bersandar pada hukum-hukumnya dan menegakkannya.

Read More »

Monday, February 23, 2015

KEUTAMAAN MEMBACA TASBIH

Suatu ketika ada seorang lelaki datang kepada Rosulullah SAW, dia bertanya kepada Beliau, “Wahai Rosulullah! Aku datang kepadamu dengan membawa dosa besar, apakah tebusannya?” Nabi balik bertanya, “Apakah lebih besar dari langit?”, “Masih lebih besar” jawabnya. “Apakah lebih besar dari Kursyi?”, “Masih lebih besar” Jawabnya lagi.

Nabi kembali bertanya, “Apakah lebih besar dari Arsy?” Lelaki itupun menjawab, “Masih lebih besar wahai Rosulullah” “Apakah dosamu lebih besar dari (ampunan) Allah?”. “Tidak. Akan tetapi ampunan-Nya lebih besar” Jawabnya.

Read More »

Sunday, February 8, 2015

Nabi Tidak Mengerjakan, Berarti Itu Haram?

Masif sekali beredar di kalangan masyarakat baik terpelajar atau pun juga tidak (dalam hal ini masalah syariah) terkait kaidah yang menyebutkan bahwa segala sesuatu yang Nabi s.a.w tidak kerjakan itu adalah perkara yang haram. Ini yang masyhur. Maka perlu ada pembahasan terkait ini, apakah memang demikian. Apakah memang benar apa yang ditinggalkan Nabi s.a.w atau Nabi s.a.w tidak mengerjakan itu berarti haram dan terlarang untuk dilakukan? Untuk itu penting untuk dijelaskan terlebih dahulu adalah hakikat ‘meninggalkan’ itu.
Dalam bahasa Arab, meninggalkan disebut dengan al-Tarku [الترك], yang secara bahasa memang mempunyai arti meninggalkan. Sedangkan al-Tarku [التركdalam pembahasan kita berarti “Meninggalkannya Nabi s.a.w suatu pekerjaan tanpa ada keterangan bahwa beliau melarangnya, baik secara lisan atau juga dengan isyarat serta pernyataannya.”
Disebutkan “tanpa ada keterangan … “ itu dimaksudkan bahwa kalau memang ada keterangan Nabi s.a.w melarangnya baik secara lisan atau pernyataan, maka itu tidak termasuk dalam kategori “meninggalkan”, akan tetapi itu adalah “Larangan!”, karena ada keterangan Nabi melarangnya.

Read More »

Monday, February 2, 2015

Apakah Mengadzankan Bayi Bid'ah dan Tidak Ada Dasarnya?

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, 
Ustadz, bagaimana sebenarnya hukum mengumandangkan adzan dan iqamah bagi bayi yang baru lahir? Benarkah tidak ada dasar tuntunannya yang sahih? Dan apakah kita boleh belajar agama Islam lewat mesin pencari Google?

Demikian, terima kasih atas pencerahannya 
Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Masalah adzan di telinga bayi ini adalah masalah khilafiyah, ada sebagian yang memandangnya mustahab dan sunnah, dimana sebenarnya cukup banyak ulama yang berpendapat sunnahnya adzan di telinga bayi. Karena urusan shahih tidaknya hadits adalah masalah yang masih diperdebatkan di antara para ahli hadits sendiri.

Read More »

Friday, January 30, 2015

Batang Pohon Kurma Menangis Rindu Rosulullah

SCAN kitab shohih bukhari hlm.173 juz IV Bab “ALAMATIN NUBUWWAH FIL ISLAM”

Redaksi hadits nya cukup menarik sehingga bagi manusia yang bodoh akan di anggap cerita tahayul seperti film film/sinetron ala Indonesia.

Terjemahan hadits tersebut kurang lebihnya seperti ini:

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim,
Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Aiman.
Dia berkata:”Saya mendengar dari ayahku, yang bersumber dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma bahwa;

Read More »

Wednesday, January 28, 2015

Fadhilah dan keutamaan Ayat Kursi

Fadhilah dan keutamaan Ayat Kursi sangat banyak sekali, di antara fadhilahnya berkaitan dengan keamanan dan penjagaan baik untuk sang pembaca sendiri ataupun orang-orang di sekitar pembaca.

Selain itu juga dapat melindungi rumah dari segala hal yang tidak diinginkan. Secara rinci fadhilah keutamaan ayat kursi adalah sebagai berikut:

Dalam Shohih Muslim disebutkan sebuah hadits dari Ubay bahwa Ayat Kursi adalah A’dzomu Ayat, yaitu ayat yang paling agung dari beberapa ayat dalam al-Quran.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Ayat Kursi adalah Sayyid atau pemimpin dari ayat-ayat al-Quran.

Dalam hadits yang lain disebutkan bahwa Ayat Kursi sebanding dengan sepertiga al-Quran, jadi jika seseorang membaca Ayat Kursi sebanyak tiga kali maka pahalanya seperti membaca satu al-Quran penuh.

Ayat Kursi juga bisa melindungi dari gangguan syaithan, sebagaimana disebutkan dalam hadits:

Read More »

Thursday, January 15, 2015

Bermadzhab? Buat Apa?!

Ketika kita membicarakan madzhab-madzhab fiqih, sejatinya kita tidak hanya membicarakan Imam Abu Hanifah sendiri, juga tidak Imam Mailk bin Anas sendirian sebagai “Founder” madzhab al-Malikiyah, tidak juga membicarakan Imam al-Syafi’i sendiri saja, dan bukan juga kita membicarakan fatwa-fatwa Imam Ahmad saja sebagai “ikon” madzhab al-Hanabilah.

Akan tetapi, bukan beliau-beliau yang kita bicarakan, melainkan kita sedang membicarakan sebuah institusi besar yang diampuh oleh orang-orang dengan keilmuan luas yang mumpuni dalam bidang syariah dan hukum, serta tentara-tentara akademisi yang militant dalam melakukan penelitian hukum serta menggali illah dan hikam dari setiap hukum dan dalil yang ada, baik itu ayat atau juga hadits.

Mereka yang bekerja untuk istitusi madzhab bukan dalam waktu harian atau bulanan, akan tetapi mereka bekerja dalam waktu tahunan bahkan jauh lebih panjang dari sekedar tahunan. Bukan hanya itu, pekerjaan mereka pun bersambung, tidak hanya berhenti pada satu masa; apa yang dikerjakan di masa sebelumnya terus dikaji dan disempurnakna oleh para punggawa-punggawa madzhab di masa selanjutnya.

Read More »

Tuesday, January 6, 2015

Telaah Lebih Lanjut Sunnah dan Bid'ah

Sebelumnya silahkan Klik disini Telaah Sunnah dan bid'ah 1 


Penjelasan Hadis Tentang Bid`Ah




Dengan rahmat dan hidayah Allah, saya paparkan kesalahan “kaum wahhaby”:
dalam memahami bid'ah 

1. Tidak memperdulikan sabda Sahabat Umar “Ni’matul bid’atu hadzihi” (alangkah bagus bid’ah ini).
2. Memberi makna “kullu” hanya satu macam, yaitu “tiap-tiap/semua”. Padahal arti “kullu” itu ada dua, yaitu : “tiap-tiap” dan “sebagian”

Seperti kita maklumi, menurut istilah ilmu manthiq:
- “kullu” yang berarti “tiap-tiap” disebut “kullu kulliyah”
- “kullu” yang berarti “sebagian” disebut “kullu kully”

Read More »

Friday, December 5, 2014

Komposisi Bacaan Dalam Tahlil

Komposisi bacaan yang terdapat dalam tahlilan memiliki sumber dalil dan ijtihad para ulama. Sudah pasti yang namanya hasil ijtihad bukanlah sebuah perbuatan bid’ah.

Surat al-Fatihah, al-Ikhlas dan al-Mu’awwidzatain bersumber dari fatwa Imam Ahmad:

( وَتُسْتَحَبُّ قِرَاءَةٌ بِمَقْبَرَةٍ ) قَالَ الْمَرُّوذِيُّ : سَمِعْتُ أَحْمَدَ يَقُولُ : إذَا دَخَلْتُمْ الْمَقَابِرَ فَاقْرَءُوا بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ ، وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ، وَاجْعَلُوا ثَوَابَ ذَلِكَ إلَى أَهْلِ الْمَقَابِرِ ؛ فَإِنَّهُ يَصِلُ إلَيْهِمْ ، وَكَانَتْ هَكَذَا عَادَةُ الْأَنْصَارِ فِي التَّرَدُّدِ إلَى مَوْتَاهُمْ ؛ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ (مطالب أولي النهى في شرح غاية المنتهى - ج 5 / ص 9)

“Dianjurkan baca al-Quran di Kubur. Ahmad berkata ”Jika masuk kubur bacalah Fatihah, al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas, hadiahkan untuk ahli kubur, maka akan sampai. Inilah kebiasaan sahabat Anshor yang bola-balik kepada orang yang meninggal untuk membaca al-Quran” (Mathalib Uli an-Nuha 5/9)

Read More »